Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat mengunjungi Pelabuhan Ajibata | Foto: Kemenhub

Tinjau Pelabuhan Ajibata, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Nataru di Toba

VZ
3 Menit Baca

BandarNusantara.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan peninjauan ke Pelabuhan Ajibata di Kepulauan Toba untuk memastikan kesiapan simpul transportasi menjelang masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2025. Selain itu, Menhub juga menyerahkan life jacket kepada awak kapal tradisional yang ada di Danau Toba, juga meninjau KMP Pora-Pora.

Ia menyatakan, dengan bercermin pada hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), diperkirakan ada 4,63 persen atau 5,53 juta pergerakan menuju Sumatera Utara. Angka tersebut membuat Sumut berpotensi menjadi salah satu tujuan favorit pada perayaan di akhir dan awal tahun mendatang.

“Toba merupakan salah satu tempat yang pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru cukup ramai penggunaan atau pemanfataan jalur lintas penyeberangan di mana ada sekitar 357 kapal pada wilayah kerja ini,” kata Menhub Dudy, dikutip Jumat (12/12/2025).

Berkaitan dengan pelaksanaan Nataru di Toba, Menhub Dudy telah menginstruksikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba bersinergi dengan stakeholder lain, guna mempersiapkan sarana dan prarana transportasi penyeberangan. Saat ini KSOPP Danau Toba membawahi 10 pelabuhan penyeberangan yang beroperasi antara lain Pelabuhan Penyeberangan Balige, Onanrunggu, Muara, Sipinggan, Ambarita, Tigaras, Simanindo, Ajibata Tomok, Tomok, serta Ajibata. Pelabuhan Ajibata sendiri melayani dua lintas penyeberangan yaitu Ajibata – Tomok dan Ajibata– Ambarita.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat mengunjungi Pelabuhan Ajibata | Foto: Kemenhub

Menhub Dudy pun menekankan pentingnya ramp check, jumlah muatan, serta kondisi awak kapal dan cuaca. Terkait ramp check, Menhub Dudy dengan tegass menekankan agar semua pihak memastikan kapal-kapal yang berlayar di Danau Toba adalah kapal-kapal yang laik dan jumlah muatannya sesuai dengan kapasitasnya.

Selain kondisi kapal, Menhub Dudy juga berpesan agar kondisi awak kapal menjadi perhatian. Sebab jika awak kapal kelelahan, konsentrasi saat bertugas bisa berkurang.

Terakhir, kondisi cuaca yang akhir-akhir ini sering berubah juga harus menjadi perhatian. Menhub Dudy berharap, informasi tentang kondisi cuaca disampaikan kepada operator dan masyarakat secara langsung. Dengan begitu, zero accident dan zero fatality dapat terwujud.

“Jangan memberikan kesempatan kepada operator untuk memaksakan diri berlayar apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Tolong berikan penjelasan kepada masyarakat dengan baik agar masyarakat mengetahui kondisi cuaca dan juga memahami apabila terjadi penundaan keberangkatan atau mungkin pembatalan,” pungkasnya.(VZ)

seedbacklink
Bagikan Artikel Ini
1 Ulasan